
“Lawan” feminisme adalah adat istiadat & agama. Menurut Elizabeth Cady Stanton agama telah disalahgunakan oleh pria untuk mengeksploitasi wanita. Dan agama yang dijadikan sorotan adalah Islam. Kaum feminis menilai kaum muslimah adalah sasaran yang harus “dicerahkan” karena masih terbelenggu dengan aturan agama. Kaum feminis memandang sinis terhadap hukum Islam yang dinilai diskriminatif dan memihak pria. Dengan dalih tersebut mereka ingin menyamakan antara pria dan wanita dalam banyak hal.
Padahal dengan tidak menetapkan hak yang sama, tidak lantas Islam tidak berpihak pada wanita. Dalam prespektif Islam hakekat berumah tangga adalah kemitraan. Pemimpin ada ditangan suami namun bila tanpa dukungan dari istri maka keluarga tak akan menjadi baik. Suami & istri mempunyai hak yang equel sebagaimana digambarkan dalam Al Qur’an “Meraka (perempuan) adalah pakaian bagi kalian (laki-laki) dan kalian adalah pakaian bagi mereka.”
Islam memang tidak mengenal emansipasi karena dalam Islam kedudukan wanita sudah jelas. Batasan yang ditetapkan semata demi memuliakan wanita itu sendiri. Bukankah sudah sangat jelas kita lihat sekarang bagaimana dampak dari “emansipasi” yg digembar-gemborkan itu? Kemerosotan moral, tingkat kejahatan ‘moral’ yg makin meningkat. Wanita memang memperoleh kebebasan yg lebih besar namun hal itu tidak memberikan kedudukan wanita menjadi lebih mulia dalam masyarakat.
Emansipasi juga memberi konsekuensi baru bagi masa depan bangsa, karena atas namanya wanita berduyun-duyun meninggalkan rumah dan anaknya dalam tangan pembantu. Jangan salahkan si anak kalau kemudian meraka tumbuh menjadi sosok yg “kurang beradab”. Ibu adalah tiang negara, jika ibu hancur maka hancurlah negara itu. Demikian Rosulullah pernah mengingatkan.
Berkarir diluar rumah atau memilih berada didalam rumah semuanya tidak salah. Menjadi apapun, selama masih berada dalam batasan koridor syariat, InsyaAllah itu suatu kemuliaan. Islam tidak pernah melarang pemeluknya (juga wanita) untuk berekspresi, menuntut ilmu untuk kemuliaannya, berkarir, dll. Islam bahkan sangat komprehensif karena memberikan tempat bagi wanita untuk menjadi pendidik pertama bagi generasi penerus. Bukankah ibu adalah sekolahan pertama untuk anak? Jadi, menurut saya wanita itu harus pintar (dalam hal ini bukan hanya secara akademik, namun juga non akademik), karena kepada ibulah anak pertama-tama akan belajar.
Emansipasi adalah apabila wanita bisa berperan lebih banyak tanpa meninggalkan kodratnya. Bukankah pahlawan emansipasi wanita Indonesia Ibu Kartini, jelas-jelas menuliskan : “Kami meminta dengan sangat supaya diusahakan pengajaran & pendidikan anak perempuan, bukanlah sekali-kali karena kami hendak menjadikan perempuan saingan laki-laki dalam perjuangan hidup. Melainkan karena kami, oleh sebab sangat yakin akan pengaruh yang mungkin akan datang pada kaum perempuan, hendak menjadikan perempuan lebih cakap melakukan kewajibannya. Kewajiban yang diserahkan oleh alam sendiri kedalam tangannya, menjadi ibu pendidik manusia pertama.”
Jelas bukan, bahkan ibu emansipasi Indonesia pun, sebenarnya tidak pernah menuntut kesamaan. Karena sampai kapanpun, tidak akan pernah mungkin sama. Yang ada hanyalah kesetaraan dan saling penghargaan. Bahwa semua saling membutuhkan dan dibutuhkan.
Jadi, jangan malu untuk menjadi seorang wanita, jangan malu untuk menjadi seorang muslimah dan jangan malu untuk menjadi seorang ibu. Wanita harus ikut berperan bersama pria dalam membangun peradaban manusia. Karena wanita ada dalam peradaban itu sendiri.
Untuk para wanita, selamat hari wanita sedunia (7 Maret)..
-_-_-_-_-_-_-Cosmorary-_-_-_-_-_-_-
Assalamualaikum,
*******Salam ‘Blog’!!*******
“SALAM KENAL>>>Nama saya Abdul Azis... BLOgger lho. bukan teroris. Heheee
SAYA benar2 suka penutupnya...Sebuah kalimat akhir, simpulan yang asyik banget,,,punya kesan apik. JANGAN MAALU UNTUK JADI SEORANG MUSLIMAH. WANITA ITU PRADABAN ITU SENDIRI...
SETUJU BANGET Dah......
Kalau ada waktu yuk mampir ke gubuk jelek aku di www.cosmorary.com
www.cosmorary.com
-_-_-_-_-_-_-Cosmorary-_-_-_-_-_-_-
hehe...
salam
wanita adalah tiang negara
dan surga itu ada dibawah telapak kaki inu
ibu adalahy wanita
so mari saling menghargai
hi very interesting article thank you
Selalu salut dengan ide2 segar tentang wanita. Salam mesra dari negeri bunga.
@aviorclef: Thank u..
@Fai-chong : Salam juga..
@Fai : Yuk mari..
@Angin : U are welcome..
@Bunga : Salam mesra kembali..
woooowwww, sennang sekali neh membaca artikelnya... salute...
ehm, mantab ajah mbak... :-)
-_-_-_-_-_-_-Cosmorary-_-_-_-_-_-_-
Assalamualaikum,
*******Salam ‘Blog’!!*******
Mampir ke blog sahabat, lagi,,,,
Kunjungan di hari minggu yang damai….
Mbak Ajeng kalau bisara emansipasi mantap juga ya..?
Aku suka sekali dg endingnya : Wanita harus ikut berperan bersama pria dalam membangun peradaban manusia. Karena wanita ada dalam peradaban itu sendiri.
eh, blog ini milik mbak ajeng thoh mbak reni... xixiixi
salam kenal kembali [di]ajeng... ^_^
salam kenal
saya masih baru,dan butuh kawan untuk berbagi,berkenankah sobat untuk mengunjungi blog saya
blognya adeeeeem
hehhehe
iya
saya sangant bangga sekali mbak terlahir sebagai wanita
malam eve yang bukan ajeng apalagi pake [di]... :-)
malam a-chen... :-)
hmmm nice post nuy
emansipasi wanita islam
memng benar harus ada yg namnaya emnsipasi dan ikut berperan jgn hnya mmndang sblh ma wanita,,
berkunjung dan ditunggu kunjungan balikna makasih
dan blog ini juga sbg salah satu emansipasi wanita hebat hehe
blogwalking
19 hadits Mengenai WaNita:
1. Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayangnya yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab baginda, “Ibu lebih penyayang daripada bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia”.
2. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah mencatatkan baginya setiap hari dengan 1.000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1.000 kejahatan.
3. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.
4. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.
5. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan..
6. Apabila semalaman ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah memberinya pahala seperti memerdekakan 70 hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah.
7. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang sentiasa menangis karena takut akan Allah dan orang yang takut akan Allah, akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.
8. Barangsiapa membawa hadiah, (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak NabiIsmail.
9. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya(10. 000 tahun).
10. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana saja yang dikehendaki.
11. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1.000 lelaki yang soleh.
12. Aisyah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab Rasulullah, “Suaminya. “Siapa pula yang berhak terhadap lelaki?” Jawab Rasulullah, “Ibunya”.
13. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibu bapakmu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.
14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung diudara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama dia taat kepada suami serta menjaga sembahyang dan puasanya.
15. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
16. Syurga itu di bawah tapak kaki ibu.
17. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku Nabi SAW) di dalam syurga.
18. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya syurga.
19. Dari Aisyah r.a., Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuan lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.
thanks dahrun marada... :-)
Malam eve... :-)
Wanita bisa jadi surga,
Tapi juga bisa jadi neraka
Lam kenal....Lagi Blogwalking neee...
Alhamdulillah, akhirnya bisa sampai juga disini.
Wanita memiliki kekuatan dahsyat saat ia kembali pada fitrah kewanitaannya yang mulia. Teruslah menulis, mbak Ajeng.
DUH
malam eve...
malam a-chen... :-)
aslamualikuuum,,,,,salam blog-blogers,,,,semoga semua article di atas ini bener ada yang menjaaninya khususnya wanita yang benar dngan fitrahnya,,,,
yap...terkadang memang nama emansipasi sekarang sudah salah diartikan..